Upakara 42 Hari (Macolongan)
Upacara Manusa Yadnya pertama bagi bayi setelah 42 hari kelahiran, dilaksanakan dengan pendampingan penuh dari Griya dan Pasraman Gana Mandala di Mengwi, Badung.
Table of Contents
ToggleApa Itu Upakara 42 Hari (Macolongan)?
Macolongan berasal dari tradisi turun temurun yang mempercayai bahwa bayi baru boleh mulai menyentuh dan diperkenalkan dengan tanah (Ibu Pertiwi) setelah rangkaian upacara ini dilaksanakan. Secara filosofis, upacara ini merupakan bentuk syukur keluarga kepada Ida Sang Hyang Widhi atas kelahiran sang buah hati.
Makna di Balik Upakara 42 Hari
Ungkapan Syukur
Bentuk terima kasih keluarga kepada Ida Sang Hyang Widhi atas kelahiran sang buah hati.
Perlindungan Spiritual
Permohonan agar bayi senantiasa mendapat tuntunan dan perlindungan sejak dini.
Awal Interaksi dengan Bumi
Menandai bayi mulai boleh disentuhkan ke tanah (Ibu Pertiwi) setelah upacara.
Kapan Upacara Ini Dilaksanakan?
Upacara ini umumnya dilaksanakan setelah bayi berusia 42 hari atau satu bulan tujuh hari sejak kelahiran, disesuaikan dengan dewasa ayu bersama pemangku Griya atau Pasraman. Prosesi utama berlangsung sekitar 30 menit.
Sarana yang Perlu Disiapkan Keluarga
Banten Macolongan disiapkan oleh pihak Griya atau Pasraman. Keluarga umumnya diminta membawa sarana pendukung berikut:
- Pejati
- Tirta Merajan
- Sarana Pamuspan
- Bungkak Gading
Dilaksanakan di Griya atau Pasraman Gana Mandala
Griya Gana Mandala
Suasana personal dan khidmat, cocok untuk keluarga yang ingin pelaksanaan lebih intim.
Pasraman Gana Mandala
Ruang dengan kapasitas lebih besar, cocok bila keluarga ingin mengundang lebih banyak kerabat.
Pertanyaan Umum
Ya, ketiganya merujuk pada upacara yang sama, hanya berbeda penyebutan sesuai kebiasaan daerah.
Waktu pelaksanaan tetap mengikuti dewasa ayu, sehingga bisa disesuaikan lewat konsultasi dengan pemangku Griya atau Pasraman.
Konsultasikan Upakara 42 Hari Keluarga Anda
Tim Griya dan Pasraman Gana Mandala siap membantu penjadwalan upacara Anda.
