Atma Wedana
Rangkaian Pitra Yadnya lanjutan setelah ngaben untuk menyucikan roh leluhur, dilaksanakan dengan pendampingan sulinggih dari Griya dan Pasraman Gana Mandala di Mengwi, Badung.
Table of Contents
ToggleApa Itu Atma Wedana?
Setelah proses ngaben (kremasi), keluarga melaksanakan Atma Wedana sebagai penyempurnaan lanjutan bagi roh leluhur. Upacara ini menjadi bentuk bakti terakhir keluarga sekaligus permohonan agar roh leluhur mencapai kesucian dan ketenangan di alam berikutnya.
Nyekah dan Memukur, Apa Bedanya?
Nyekah
Ayaban Pulogembal disertai Nyegara Gunung, Ngelinggihin, wali, dan gong.
Memukur
Rangkaian lengkap dengan Ayaban Pulogembal Bebangkit, Bukur, Nyegara Gunung, Ngelinggihin, wali, dan gong.
Kapan Atma Wedana Dilaksanakan?
Waktu pelaksanaan disesuaikan dengan dewasa ayu dan kesiapan keluarga setelah proses ngaben selesai, sehingga sebaiknya dikonsultasikan langsung dengan pemangku Griya atau Pasraman.
Sarana dan Rangkaian yang Disiapkan
Griya dan Pasraman Gana Mandala menyiapkan seluruh rangkaian banten serta koordinasi berikut sesuai bentuk upacara yang dipilih keluarga:
- Banten Ayaban Pulogembal
- Bebangkit dan Bukur (Memukur)
- Nyegara Gunung
- Ngelinggihin
- Koordinasi Wali dan Gong
Dilaksanakan di Griya atau Pasraman Gana Mandala
Griya Gana Mandala
Skala yang lebih personal, cocok untuk keluarga dengan jumlah tamu terbatas.
Pasraman Gana Mandala
Kapasitas lebih besar untuk keluarga yang mengundang lebih banyak kerabat dan tamu.
Pertanyaan Umum
Waktu pelaksanaan disesuaikan dengan dewasa ayu dan kesiapan keluarga, sehingga sebaiknya dikonsultasikan langsung dengan pemangku Griya atau Pasraman.
Tidak. Keluarga dapat memilih Nyekah atau Memukur sesuai kemampuan dan kebutuhan spiritual keluarga.
Konsultasikan Atma Wedana Keluarga Anda
Tim Griya dan Pasraman Gana Mandala siap mendampingi mulai dari konsultasi hingga hari pelaksanaan.
