Pabayuhan Oton
Upacara penyeimbang berdasarkan hasil pawacakan wuku kelahiran, dilaksanakan dengan pendampingan penuh dari Griya dan Pasraman Gana Mandala di Mengwi, Badung.
Table of Contents
ToggleApa Itu Pabayuhan Oton?
Dalam pawukon Bali, wuku kelahiran seseorang dipercaya membawa karakter dan pengaruh tertentu. Sebagian wuku memerlukan upacara Pabayuhan agar dampaknya seimbang dan tidak mengganggu perjalanan hidup sang anak. Sebelum upacara, pemangku terlebih dahulu melakukan pawacakan untuk menentukan jenis sarana yang tepat.
Rangkaian dalam Pabayuhan Oton
Banten Pabayuhan Oton
Upacara utama penyeimbang berdasarkan hasil pawacakan wuku kelahiran.
Banten Penebusan Melik
Ditambahkan bila hasil pawacakan menunjukkan kebutuhan penebusan khusus.
Banten Menek Kelih
Ditambahkan bila anak memasuki fase peralihan usia sesuai hasil pawacakan.
Kapan dan Berapa Lama Pelaksanaannya?
Waktu pelaksanaan mengikuti dewasa ayu setelah hasil pawacakan diketahui, disesuaikan bersama pemangku Griya atau Pasraman Gana Mandala. Prosesi utama berlangsung sekitar 45 menit.
Sarana yang Perlu Disiapkan Keluarga
Sarana yang dibawa keluarga dapat berbeda beda tergantung hasil pawacakan, umumnya meliputi:
- Pejati
- Tirta Merajan
- Sarana Pamuspan
- Toya Pancoran
- Toya Campuhan
- Bungkak, sesuai hasil pawacakan
Dilaksanakan di Griya atau Pasraman Gana Mandala
Griya Gana Mandala
Suasana personal dan khidmat, cocok untuk keluarga yang ingin pelaksanaan lebih intim.
Pasraman Gana Mandala
Ruang dengan kapasitas lebih besar, cocok bila keluarga ingin mengundang lebih banyak kerabat.
Pertanyaan Umum
Tidak semua wuku memerlukannya. Pemangku akan menentukan lewat pawacakan apakah seseorang perlu menjalani upacara ini.
Otonan adalah peringatan rutin setiap 210 hari, sedangkan Pabayuhan Oton adalah upacara khusus penyeimbang yang dilaksanakan berdasarkan hasil pawacakan wuku kelahiran.
Konsultasikan Pabayuhan Oton Keluarga Anda
Tim Griya dan Pasraman Gana Mandala siap membantu pawacakan dan penjadwalan upacara Anda.
